(031) 7670255 Senin - Jumat 08:00-16:30 Sabtu 08:00-12:00 Gunungsari Indah Blok AB no. 50, Kedurus, Karang Pilang, Surabaya
TDP
No. 13.01.1.46.12356
SIUJK
No. 188.4/791/436.6.2/2016
Konsultasi

Sepatu Safety SPBU: Standar, Fungsi, dan Cara Memilih yang Tepat untuk Operator

0

Di SPBU, perhatian keselamatan sering menumpuk pada alat yang paling terlihat, seperti rambu yang tertata dan APAR yang selalu siap di area dispense. Padahal sepatu safety SPBU justru menjadi salah satu komponen pelindung yang paling dekat dengan sumber bahaya, karena melindungi operator pada titik di mana tumpahan bahan bakar dan permukaan licin paling sering ditemui. Alas kaki yang tepat bukan sekadar seragam kerja, melainkan bagian dari pengendalian risiko yang dipersyaratkan dalam rangkaian standar K3 SPBU.

PT. Langit Biru Sentosa telah menyelesaikan lebih dari 200 proyek SPBU di berbagai wilayah Indonesia. Dari pengalaman tersebut, Kami melihat satu pola yang berulang: stasiun yang rapi dan patuh standar biasanya dikelola oleh tim yang disiplin pada hal-hal yang tampak sepele, termasuk APD operator sampai ke alas kaki. Artikel ini membahas fungsi sepatu safety di SPBU, standar yang perlu dipenuhi, cara memilih yang tepat, hingga tips merawatnya agar proteksi tidak menurun seiring waktu.

Apa Itu Sepatu Safety SPBU dan Mengapa Wajib Dikenakan Operator?

Sepatu safety SPBU adalah alas kaki pelindung yang dirancang untuk area kerja dengan risiko tumpahan bahan bakar, permukaan yang licin, benda jatuh, sekaligus potensi penumpukan listrik statis. Untuk operator di stasiun pengisian bahan bakar umum, jenis yang dipersyaratkan umumnya sepatu safety anti statis dengan pelindung ujung kaki, mengacu pada standar sepatu pelindung internasional EN ISO 20345.

Alasannya mendasar. Uap bahan bakar yang menguap dari tangki dan dispenser dapat membentuk campuran yang mudah menyala, dan salah satu sumber nyala yang paling sering diremehkan adalah muatan elektrostatik pada tubuh manusia. Saat operator bergerak cepat, misalnya ketika menutup kembali akses tangki atau mengembalikan nozzle ke tempatnya, gesekan antara alas kaki dan lantai dapat mengumpulkan muatan tersebut. Sol anti statis mengalirkan muatan itu ke tanah secara terkendali, sehingga risiko percikan di area dispense ikut menurun.

Ada juga risiko fisik yang datang setiap hari. Nozzle dan selang yang berat berpotensi menghantam kaki, sementara drum dan peralatan perawatan sering dipindahkan di sekitar area kerja. Permukaan lantai dispense juga bisa licin akibat tumpahan oli atau basah karena hujan. Pada fase pembangunan dan renovasi, kondisi area jadi lebih berisiko lagi karena kegiatan konstruksi berlangsung berdampingan dengan operasional stasiun.

Fungsi Sepatu Safety untuk Operator dan Petugas SPBU

Fungsi utama sepatu safety di lingkungan SPBU dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Melindungi kaki dari benturan benda berat, seperti nozzle, drum, atau peralatan perawatan yang terjatuh.
  • Mencegah terpeleset di lantai dispense yang licin akibat tumpahan oli atau lantai basah saat hujan.
  • Membuang muatan listrik statis dari tubuh operator ke tanah melalui sol anti statis, sehingga pekerjaan dekat tangki dan dispenser lebih aman.
  • Melindungi kaki dari tusukan benda tajam saat pekerjaan konstruksi, renovasi, atau pemeriksaan area tangki.
  • Menjaga kestabilan pijakan saat operator berdiri dalam posisi lama sepanjang jam layanan.

Dalam pengelolaan stasiun yang baik, APD dipandang sebagai satu kesatuan perlindungan. Sepatu safety melengkapi peralatan seperti safety cone yang mengatur zona aman di area dispense, serta peran safety man yang mengawasi kepatuhan prosedur di lapangan. Semua komponen tersebut bekerja berlapis dalam menjaga batas antara pekerja dan sumber bahaya.

Standar Sepatu Safety yang Berlaku untuk Operator SPBU

Acuan teknis yang paling umum adalah EN ISO 20345, standar internasional untuk sepatu pelindung. Untuk kebutuhan SPBU, kategori yang relevan adalah S3, yang mewajibkan pelindung ujung kaki, pelat anti tusukan, penyerapan energi pada tumit, serta sol yang tahan oli dan anti slip. Banyak produk di pasaran juga mencantumkan properti anti statis dengan nilai hambatan listrik yang terkontrol, sehingga muatan pada tubuh pemakai dapat dibuang ke tanah tanpa menimbulkan percikan.

Di Indonesia, standar tersebut diadopsi ke dalam SNI sehingga produk yang beredar wajib menyertakan label kategori dan informasi pengujian. Ketentuan K3 untuk tempat kerja berisiko tinggi semakin menegaskan kewajiban penyediaan APD yang sesuai, dan praktik keselamatan yang diterapkan Pertamina di jaringan pengisian bahan bakar menjadi rujukan pengelola SPBU saat menetapkan daftar APD wajib, termasuk perlindungan kaki di area dispense. Pastikan daftar APD stasiun terekam rapi dalam dokumen kepatuhan, karena kelengkapan APD kerap menjadi salah satu poin penilaian saat pemeriksaan berkala.

Cara Memilih Sepatu Safety yang Tepat untuk Operator SPBU

Penawaran sepatu safety di pasaran sangat beragam, sehingga pemilihan perlu dilakukan dengan kriteria yang jelas:

  • Pilih kategori S3 sesuai EN ISO 20345 atau SNI setara, agar proteksi mencakup benturan, tusukan, kontak dengan oli, dan permukaan licin.
  • Pastikan properti anti statis tercantum jelas pada label produk, bukan hanya klaim umum dari penjual.
  • Perhatikan material sol. Sol dari polyurethane atau karet tahan oli umumnya lebih andal di area dispense.
  • Sesuaikan model dengan tugas. Model low cut cocok untuk operator yang banyak bergerak, sedangkan mid cut lebih sesuai untuk petugas gudang dan pekerjaan konstruksi di area stasiun.
  • Uji pakai dengan kaus kaki kerja yang memang akan digunakan sehari-hari, lalu pastikan ukurannya memberi ruang yang cukup untuk jari kaki.
  • Pertimbangkan ketersediaan pasokan dari penyedia APD yang dapat memastikan penggantian ukuran dan pengadaan berkala berjalan lancar.

Untuk operator yang berdiri hampir sepanjang shift, faktor kenyamanan bukan hal sekunder. Sepatu yang melukai membuat operator cepat lelah dan berpotensi mengubah kebiasaan memakai APD menjadi setengah hati. Uji pakai sebaiknya dilakukan di akhir hari kerja saat kaki sedikit melebar, agar ukuran yang dipilih benar-benar nyaman dalam pemakaian lama.

Perawatan Sepatu Safety Agar Proteksi Tetap Optimal

  • Bersihkan tumpahan bahan bakar atau oli segera dengan lap, lalu keringkan pada suhu ruang. Jangan menjemur sepatu di dekat sumber panas karena dapat merusak material.
  • Periksa kondisi sol secara berkala. Sol yang aus menurunkan daya cengkeram sekaligus kemampuan membuang muatan listrik statis.
  • Waspadai gejala listrik statis, misalnya mulai terasa keset rumah saat menyentuh pegangan logam. Hal ini bisa menandakan sol anti statis sudah tidak bekerja.
  • Simpan sepatu di tempat kering dan berventilasi agar jahitan dan bagian dalam tidak cepat rusak.
  • Ganti sepatu bila sol sudah tipis, jahitan mulai terbuka, atau pelindung ujung kaki terdeformasi akibat benturan keras.

Jadwalkan pemeriksaan visual singkat setiap minggu dan evaluasi menyeluruh setiap beberapa bulan sekali, misalnya saat audit internal APD stasiun. Proteksi yang sudah menurun sering tidak terlihat dari luar, sehingga pemeriksaan rutin menjadi satu-satunya cara memastikan alas kaki masih layak melindungi.

Catatan Penerapan di Wilayah Indonesia Timur

Pengalaman menangani proyek di berbagai pelosok membuat Kami memahami bahwa konteks wilayah memengaruhi cara APD dikelola. Kelembapan yang tinggi dan jarak antarpulau yang jauh membuat pasokan penggantian tidak selalu cepat, sehingga pemilihan produk yang tahan lama sejak awal menjadi keputusan yang bijak. Di wilayah seperti Papua dan Nusa Tenggara, Kami juga mengingatkan pengelola untuk menyiapkan stok cadangan APD karena pengiriman antarpulau membutuhkan waktu, sementara kebutuhan operator tidak bisa menunggu.

Penutup: Alas Kaki Kecil, Dampak Keselamatan Besar

Memilih sepatu safety yang tepat adalah usaha kecil dengan dampak besar bagi keselamatan operasional SPBU. Perlindungan kaki yang konsisten menjadikan stasiun bukan hanya patuh standar, tetapi juga nyaman bagi pekerja dan aman bagi pelanggan yang datang setiap hari.

Jika Anda sedang mempersiapkan pembangunan SPBU baru, merenovasi stasiun lama, atau sekadar ingin memastikan seluruh standar K3 terpenuhi sejak fase perencanaan, tim PT. Langit Biru Sentosa siap membantu. Hubungi Kami untuk mendapatkan konsultasi gratis mengenai kebutuhan proyek SPBU Anda, mulai dari tahap perencanaan sampai serah terima akhir proyek.