(031) 7670255 Senin - Jumat 08:00-16:30 Sabtu 08:00-12:00 Gunungsari Indah Blok AB no. 50, Kedurus, Karang Pilang, Surabaya
TDP
No. 13.01.1.46.12356
SIUJK
No. 188.4/791/436.6.2/2016
Konsultasi

Safety Man SPBU: Tugas, Syarat, Sertifikasi, dan Perannya di Balik Layar Pengisian BBM

0

Safety man SPBU adalah penjaga garis depan keselamatan di stasiun pengisian bahan bakar umum. Selama transaksi berlangsung, ada satu hal yang tidak boleh lepas dari pengawasan: risiko kebakaran akibat listrik statis, uap bensin, perlakuan panas, hingga perangkat elektronik pengunjung. Artikel ini membahas tugas, syarat, standar pelatihan, serta perannya sejak masa pembangunan stasiun. Kami dari PT. Langit Biru Sentosa yang telah menyelesaikan lebih dari 200 proyek SPBU di seluruh Indonesia juga berbagi pengalaman praktis menempatkan personel ini dengan benar.

Apa Itu Safety Man SPBU dan Mengapa Keberadaannya Penting

Safety man SPBU adalah petugas khusus yang memastikan seluruh aktivitas pengisian bahan bakar berjalan tanpa insiden. Ia mengawasi area pump unit, mengingatkan pengendara mematikan mesin, melarang penggunaan telepon genggam di zona isian, serta memastikan tidak ada sumber api di sekitar tangki dan dispenser. Posisi ini kerap disebut juga safety operator SPBU, dan pada banyak stasiun bertindak sebagai personel pengawas kebakaran atau fire watch.

Dasar hukumnya tegas. Permendagripad Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyaluran BBM melalui SPBU menetapkan setiap SPBU wajib memiliki sarana pencegahan bahaya kebakaran, dan personel yang memahami prosedur keselamatan menjadi bagian dari pemenuhan standar tersebut. Petugas ini pula yang memastikan pengisian dilakukan ke tangki bahan bakar kendaraan, bukan ke wadah yang dilarang seperti botol, jerigen plastik nonstandar, atau tas. Jika kebijakan pengisian wadah berlaku, ia memastikan wadah memenuhi persyaratan dan discharging dilakukan di area yang aman.

Tugas Utama Safety Man SPBU Selama Transaksi

Dalam operasional harian, tanggung jawab safety man mencakup dua sisi: melindungi pengunjung dan menjaga keselamatan rekan operator. Ringkasannya sebagai berikut.

  • Memastikan semua kendaraan diparkir dengan rem tangan tertarik dan mesin dimatikan selama pengisian.
  • Mengawasi pembukaan tutup tangki kendaraan dan kualitas hubungan antara nozzle dengan mulut tangki.
  • Menghentikan pengisian segera saat ada spillage BBM atau kebocoran di sekitar dispenser, kemudian menangani limbah dan genangan sesuai prosedur.
  • Mencegah masyarakat menunggangi kendaraan bermotor di dalam area isian, menyalakan rokok, atau menyalakan korek api.
  • Mengingatkan pengunjung agar tidak mengoperasikan telepon seluler di radius isian.
  • Memastikan tidak ada pekerjaan pengelasan atau pekerjaan panas lain berlangsung saat transaksi aktif.
  • Memikul tanggung jawab pengamanan stasiun pada area timur pump unit dan melaporkan kondisi tidak normal kepada kepala SPBU.
  • Bersiap memimpin evakuasi dan penggunaan sistem pengamanan kebakaran ketika situasi darurat terjadi.

Daftar di atas sejalan dengan elemen pengawasan yang menjadi bagian dari sistem keselamatan stasiun, mulai dari penggunaan safety cone SPBU hingga penempatan alat pemadam.

Syarat Menjadi Safety Man SPBU

Praktik umum di lapangan menetapkan persyaratan yang tidak berbeda jauh antar perusahaan. Sebelum ditugaskan, calon safety man umumnya harus memenuhi hal-hal berikut.

  • Pendidikan minimal SMA, SMK, atau sederajat; lulusan STM atau SMK teknik memiliki keunggulan pemahaman teknis.
  • Pria berusia sekitar 18 sampai 35 tahun dengan tinggi badan minimal 160 cm dan berat badan proporsional.
  • Sehat jasmani, tidak buta warna, dan memenuhi syarat bebas NAPZA karena bekerja di area berisiko.
  • Tampang mengesankan, jujur, jeli, cermat, dan tidak memiliki riwayat kejahatan; diperiksa melalui Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK.
  • Mengenal perlengkapan keselamatan kerja dan memahami dasar penanganan kebakaran.
  • Mampu bekerja dalam sistem shift, termasuk shift malam, karena stasiun beroperasi hampir 24 jam.
  • Memiliki kemampuan komunikasi baik, disiplin, dan tenang dalam situasi mendesak.
  • Diutamakan yang sudah memiliki sertifikat pelatihan P3K atau pemadaman api.

Pelatihan dan Sertifikasi Safety Man SPBU

Ada perbedaan penting antara sertifikat kerja internal dan sertifikasi kompetensi nasional. Pelatihan internal umumnya diselenggarakan oleh perusahaan pengelola atau kontraktor pemasangan fasilitas, dengan materi yang disesuaikan kondisi stasiun masing-masing. Di sisi lain, sertifikasi resmi mengacu pada skema KKNI yang diterbitkan BNSP, antara lain Skema OKKPI Okupasi Pelaksana Kebakaran Kelas II dan Skema PKPA Petugas Keselamatan Penerbangan Awam. Skema OKKPI kerap menjadi rujukan karena kompetensinya relevan dengan pemadaman api tingkat awal dan penanganan keadaan darurat di lingkungan SPBU.

Materi pelatihan umumnya meliputi potensi bahaya kebakaran pada area pengisian, penggunaan APAR, proses penyelamatan, hingga skenario tanggap darurat lengkap dengan aspek komunikasi dan koordinasi. Dalam program P3K, kandidat belajar memberikan bantuan pertama pada kecelakaan seperti luka bakar dan serangan jantung, serta menangani korban sebelum tim medis tiba. Pelatihan ini juga menegaskan pemahaman tentang interaksi manusia dengan mesin, peralatan, dan bahan kimia di area kerja.

Bagi pengelola, memastikan personel tersertifikasi bukan sekadar memenuhi administrasi. Sertifikasi menjadi bukti bahwa stasiun benar-benar siap menghadapi skenario terburuk, selaras dengan standar K3 SPBU yang wajib diterapkan di seluruh area operasional.

Mengapa Safety Man Juga Dibutuhkan Saat Pembangunan dan Renovasi SPBU

Peran pengawas keselamatan tidak berhenti pada operasional harian. Pada fase konstruksi, risiko justru meningkat karena berlangsung bersamaan pekerjaan pengelasan, pengangkatan tangki, pengujian pipa, dan perakitan dispenser. Ketika renovasi dilakukan tanpa menghentikan operasional, tugas fire watch menjadi lebih kritikal: satu percikan Las di dekat ventilator tangki yang masih berisi uap bensin cukup untuk memicu insiden besar.

Di wilayah Indonesia Timur, tantangan ini terasa lebih nyata. Banyak stasiun berdiri di kawasan yang jauh dari dukungan pemadam kebakaran perkotaan, seperti di wilayah Maluku dan Sulawesi Utara yang sebagian berupa area kepulauan. Ketika insiden terjadi, respons eksternal tidak selalu bisa cepat. Pengalaman kami mengerjakan proyek di wilayah timur menunjukkan kesiapan internal stasiun, termasuk keberadaan petugas fire watch yang terlatih, merupakan penentu utama dalam mengendalikan risiko di detik-detik pertama. Pertimbangan keselamatan semacam ini juga kami terapkan pada tahap perencanaan sejak awal, bersama pemenuhan sertifikat standar SPBU yang menjadi prasyarat operasional dan perpanjangan izin usaha melalui layanan Pertamina.

Arah kebijakan nasional pun bergerak ke arah yang sama. Pertamina terus mendorong kepatuhan standar keselamatan di jaringan SPBU dan SPBE di seluruh Indonesia, sebagaimana dapat disimak langsung di situs resminya: Pertamina.

Cara Memastikan SPBU Anda Punya Personel Keselamatan yang Kompeten

Bagi pemilik atau calon pengelola stasiun, ada beberapa langkah praktis yang dapat langsung dijalankan sejak hari ini.

  • Audit profil kompetensi personel yang kini bertugas, lalu catat posisi mereka terhadap persyaratan sertifikasi BNSP.
  • Jadwalkan pelatihan internal secara berkala dan buat simulasi tanggap darurat yang melibatkan seluruh operator.
  • Pastikan kelengkapan APAR, safety cone, dan rambu keselamatan berada dalam kondisi siap pakai serta posisi yang mudah dijangkau.
  • Saat membangun atau merenovasi stasiun, libatkan kontraktor yang menempatkan pengawas keselamatan sejak hari pertama, bukan hanya saat serah terima.

Kami dari PT. Langit Biru Sentosa berpengalaman menangani pembangunan dan renovasi SPBU di berbagai wilayah, termasuk kawasan Indonesia Timur, dengan keselamatan sebagai bagian dari standar kerja. Jika Anda sedang menyiapkan stasiun baru atau ingin memastikan SPBU Anda memenuhi standar Pertamina, tim kami siap membantu. Konsultasikan rencana Anda dengan tim PT. Langit Biru Sentosa melalui halaman Kontak. Konsultasi dan survei awal dapat dilakukan secara gratis, dan Anda bebas menilai kelayakan rencana terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah berikutnya.